Breaking News

MATERI HOME LEARNING KELAS 6, 29 JULI 2020

PENERAPAN SILA KEEMPAT PANCASILA

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Sila keempat Pancasila mengandung makna pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah untuk mufakat. Berikut nilai-nilai yang terkandung dalam sila keempat Pancasila:

a. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat

b. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain

c. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama

d. Menerima dan melaksanakan hasil musyawarah dengan rasa tanggung jawab

e. Melaksanakan musyawarah dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur

Contoh penerapan sila keempat Pancasila: musyawarah warga untuk mengadakan kerja bakti, musyawarah menentukan jadwal ronda di lingkungan, mengikuti pemilu/pilkada, mengikuti pemilihan ketua kelas, dan diskusi kelas bersama teman sekelompok.

Musyawarah adalah suatu upaya bersama dengan sikap rendah hati untuk memecahkan masalah persoalan guna mengambil keputusan bersama dalam penyelesaian masalah.
Read more ...

MATERI HOME LEARNING KELAS 6, 28 JULI 2020

PERKEMBANGBIAKKAN VEGETATIF HEWAN

Perkembangbiakan secara tidak kawin (vegetatif) hanya terjadi pada hewan-hewan tingkat rendah, diantaranya:
1. Tunas 


Pertunasan dilakukan hewan dengan membentuk tunas pada tubuhnya.
Tunas akan terus tumbuh dan berkembang hingga ukuran tertentu. Setelah cukup dewasa, tunas akan melepaskan diri. 
Selanjutnya, tunas yang terpisah dari induknya akan tumbuh menjadi hewan baru. 
Contoh: hydra, anemon laut, porifera (spons), dan coelenterata
2. Membelah diri 



Hewan yang berkembangbiak dengan cara membelah diri akan membagi tubuhnya menjadi dua bagian yang sama. Perkembangbiakan dengan membelah diri dilakukan oleh hewan bersel satu.
Perkembangbiakan dengan cara membelah diri diawali inti sel hewan bersel satu akan membelah diri menjadi dua bagian.
Pembelahan dua bagian diikuti dengan pembelahan cairan dan dinding sel yang akan menghasilkan organisme baru.
Contoh: amoeba, protozoa, dan paramecium.
3. Fragmentasi 


Fragmentasi adalah cara berkembang biak hewan tingkat rendah melalui pemotongan bagian tubuh tertentu. Kemudian, potongan tubuh tersebut tumbuh menjadi keturunan yang baru. 
Contoh: cacing pipih (planaria) dan cacing pita
Untuk lebih jelasnya, silahkan anak-anak simak video berikut:

Read more ...

MATERI HOME LEARNING KELAS 4, 28 JULI 2020

PENDENGARAN MANUSIA

Bagian-bagian telinga

Telinga merupakan salah satu pancaindra. 
Kita mendengar bunyi dengan telinga.
Selain berfungsi sebagai alat pendengaran, telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh.
Telinga terbagi menjadi tiga bagian, yaitu: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
Telinga luar terdiri dari: daun telinga, liang telinga/saluran telinga
Telinga tengah terdiri dari: tulang-tulang pendengaran, gendang telinga, saluran eustachius
Telinga dalam: saluran setengah lingkaran, saraf pendengaran, koklea (rumah siput)

Berikut bagian-bagian telinga beserta fungsinya:


1. Daun telinga
berfungsi menangkap getaran bunyi

2. Liang/saluran telinga
berfungsi meneruskan bunyi ke telinga tengah
pada liang/saluran telinga terdapat rambut halus yang berfungsi menghalangi debu dan air yang masuk ke telinga

3. Gendang telinga
berfungsi menerima getaran bunyi dari daun telinga, dan meneruskannya ke tulang-tulang pendengaran

4. Tulang-tulang pendengaran (sanggurdi, martil, landasan)
berfungsi meneruskan getaran bunyi ke koklea (rumah siput)

5. Saluran setengah lingkaran
berfungsi membantu mempertahankan keseimbangan tubuh

6. Koklea (rumah siput)
berfungsi menerima dan meneruskan getaran bunyi ke saraf pendengaran

7. Saraf pendengaran
berfungsi meneruskan bunyi ke otak

8. Saluran eustachius
berfungsi menghubungkan ruang telinga tengah dengan faring (bagian yang menghubungkan mulut dengan kerongkongan)

Proses mendengar pada telinga

Berikut adalah proses telinga dapat mendengar bunyi:
agar lebih jelas kamu dapat menyaksikan video berikut:

Kepekaan telinga sebagai indra pendengar

Telinga manusia dapat mendengar bunyi dengan frekuensi 20 - 20.000 Hz.
Kemampuan mendengar setiap orang berbeda-beda.
Kemampuan mendengar dipengaruhi faktor usia dan kesehatan telinga.
Orang yang telah lanjut usia biasanya kemampuan pendengarannya akan berkurang

Memelihara kesehatan telinga

Telinga perlu dirawat kebersihannya agar tetap sehat
Berikut cara merawat telinga:
1. Bersihkan telinga bagian luar secara teratur menggunakan sapu tangan dan air hangat
2. Jangan mengorek-ngorek telinga karena dapat mendorong kotoran lebih dalam dan kotoran akan semakin menumpuk. Kotoran yang menumpuk dapat mengganggu pendengaran dan mengakibatkan robeknya selaput gendang telinga
3. Jika ada sumbatan kotoran telinga yang mengganggu, periksakan telingamu ke dokter THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan)
4. Jika kamu mendengar bunyi yang terlalu keras, segera tutup kedua lubang agar gendang telinga tidak rusak.


Read more ...

MATERI HOME LEARNING KELAS 6, 27 JULI 2020

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT PATUNG DARI PLASTISIN

Membuat patung gajah dari plastisin

Membuat patung buaya dari plastisin


Membuat patung gurita dari plastisin

Read more ...

MATERI HOME LEARNING KELAS 4, 27 JULI 2020

KERJA SAMA DALAM KEBERAGAMAN


Sebelumnya kita sudah belajar tentang indahnya keberagaman budaya Indonesia. Bagaimana cara menjalin kebersamaan dalam keberagaman tersebut? Mari kita gali lebih jauh.

Kerja sama merupakan kegiatan yang dilakukan oleh beberapa orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. 

Kerja sama memiliki banyak manfaat, yaitu meringankan pekerjaan, membuat pekerjaan menjadi cepat selesai, meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, serta memupuk rasa tolong-menolong.

Kerja sama dapat dilakukan di mana saja, contohnya keragaman di sekolah. 
Salah satu bentuk kerja sama dalam keragaman di sekolah adalah kerja sama membersihkan lingkungan sekolah. 
Ketika membersihkan lingkungan sekolah, kita melakukan kerja sama dengan kompak dan penuh semangat.
Read more ...

MATERI HOME LEARNING KELAS 6, 24 JULI 2020

Perkembangbiakan Generatif pada Hewan 

Pembuahan hewan yang berkembangbiak generatif dapat terjadi dalam tubuh (internal) atau terjadi di luar tubuh (eksternal). Contoh hewan pembuahan dalam tubuh: sapi, kambing, kucing, burung, dll. Sementara contoh hewan yang mengalami pembuahan di luar tubuh: ikan dan katak. 

Berikut cara-cara perkembangbiakan generatif hewan: 

1. Bertelur (ovipar) 
Ovipar adalah perkembangbiakan dengan menghasilkan telur kemudian telur dierami sampai menetas diluar badan induknya dan menghasilkan anak atau Individu baru yang sejenis. 
Ciri-ciri hewan ovipar: mengerami telurnya, tidak memiliki daun telinga, tidak memiliki kelenjar susu, tidak ditumbuhi rambut tetapi ditumbuhi bulu, tidak menyusui anaknya.
Contoh hewan ovipar: ayam, bebek, cicak, katak, belalang, dll. 

2. Melahirkan (vivipar) 
Vivipar adalah perkembangbiakan dengan cara pembuahan sel jantan terhadap sel telur betina di dalam tubuh induknya kemudian tumbuh hingga akhirnya dilahirkan dalam bentuk individu baru yang sejenis. 
Ciri-ciri hewan vivipar: memiliki kelenjar susu, memiliki daun telinga, tubuh ditutupi dengan bulu/rambut, pada umumnya menyusui, keturunannya berkembang di dalam tubuh sang induk sebelum dilahirkan. 
Contoh hewan vivipar: kucing, kelelawar, gajah, paus, sapi, kelinci, dll. 

3. Bertelur dan melahirkan (ovovivipar) 
Ovovivipar adalah perkembangbiakan dengan cara penggabungan antara ovipar dan vivipar. Hewan ovovivipar, menghasilkan telur (bertelur) kemudian telur tersebut tetap dalam tubuh induknya sampai menetas, lalu induk akan mengeluarkannya (melahirkan) dalam bentuk individu baru yang sejenis. 
Hewan ovovivipar tidak memiliki ciri-ciri khusus, yang membedakannya hanyalah, dimulai dari proses pembuahan, menjadi telur hingga menetas terjadi di dalam tubuh induk, lalu kemudian dikeluarkan atau melahirkan anak. 
Contoh hewan ovovivipar: kadal, ikan hiu, ikan pari, kuda laut, sebagian jenis ular, bunglon, platypus, dll.

Read more ...

MATERI HOME LEARNING PLBJ KELAS 4, 24 JULI 2020

Lirik dan Notasi Lagu “Jali-Jali” 

Lirik dalam lagu “Jali-Jali” berupa jalinan pantun yang dipadukan dengan nada dan musik yang riang. 
Setiap bait baris pertama dan kedua berupa sampiran sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan pesan yang ingin disampaikan. 

Berikut ini lirik dan notasi lagu “Jali-Jali”.

Makna Lagu “Jali-Jali” 

Pada umumnya lagu “Jali-Jali” didengarkan sebagai lagu penghibur lara. 
Makna lagu “Jali-Jali” dapat diketahui dari lirik lagunya. 
Lirik lagu “Jali-Jali” yang berupa jalinan pantun terdiri dari sampiran dan isi. 
Sampiran pada lagu “Jali-Jali” terdapat pada baris pertama dan kedua. 
Sementara, isi pada lagu Jali-Jali terdapat pada baris ketiga dan keempat. 

Bait pertama lagu “Jali-Jali” berbunyi "Cape sedikit tidak peduli, sayang. Asalkan Tuan, asalkan Tuan senang di hati". Dari lirik tersebut dapat digambarkan bahwa seseorang ingin menghibur hati seorang “Tuan” yang sedang bersedih hatinya. Walaupun orang yang menghibur merasa “cape” atau lelah, namun orang tersebut ikhlas bernyanyi asalkan “Tuan” atau yang mendengar lagu yang dinyanyikannya menjadi gembira, riang, dan senang hatinya. 

Selanjutnya pada bait kedua lagu “Jali-Jali” berbunyi “Palinglah enak si orang bujang, sayang. Ke mana pergi, ke mana pergi, tiada yang melarang.” Pada lirik tersebut kata “bujang”, yang berarti orang yang belum memiliki pasangan atau belum menikah. Adapun makna dari bait tersebut adalah bahwa orang yang belum memiliki pasangan atau yang belum menikah dapat bebas pergi ke mana-mana tanpa ada yang melarang. 

Pada bait ketiga lagu “Jali-Jali” berbunyi “Di sana bingung di sini bingung, sayang. Sama lah sama, sama lah sama, menaruh hati.” Pada lirik tersebut terdapat ungkapan “menaruh hati”. Ungkapan menaruh hati dapat diartikan sebagai memiliki perasaan suka. Adapun makna dari bait tersebut seutuhnya adalah kebingungan seorang bujang (orang yang belum memiliki pasangan) karena memiliki perasaan suka kepada seorang gadis. 

Selanjutnya, bait keempat atau bait terakhir lagu “Jali-Jali” berbunyi “jalilah jali, jalilah jalih sampai di sini.” Pada lirik tersebut menegaskan bahwa bagian tersebut merupakan bagian penutup atau akhir dari lagu “Jali-Jali”. 

Nilai yang Terkandung dalam Lagu “Jali-Jali” 

Nilai yang terkandung dalam lagu “Jali-Jali” dapat diketahui dari makna lagu “Jali-Jali” itu sendiri. Nilai yang terkandung pada bait pertama lagu “Jali-Jali” adalah agar kita dapat ikhlas menghibur seseorang meskipun ketika menghibur mungkin merasa lelah. 

Pada bait kedua, nilai yang terkandung adalah saat kita belum memiliki pasangan kita bebas pergi ke tempat yang kita inginkan tanpa ada yang harus melarang. Namun, ketika kita sudah memiliki pasangan maka tentunya kita perlu memberi tahu atau meminta izin ketika akan bepergian ke suatu tempat. 

Selanjutnya, nilai yang terkandung pada bait ketiga adalah ketika menaruh hati atau memiliki perasaan suka kepada orang lain tetaplah menjaga nilai-nilai yang ada di masyarakat. Hal tersebut sangat penting karena meskipun bingung dengan hal yang dirasakan tetapi harus tetap dapat menjaga diri dari hal-hal yang dilarang oleh agama walaupun sama-sama menaruh hati. 

Pada bait terakhir lagu”Jali-Jali”, terkandung nilai kesopanan. Nilai kesopanan yang dimaksud adalah kita berpamitan ketika akan pergi atau berpisah dengan seseorang. Hal tersebut sesuai dengan peribahasa “Datang tampak muka, pulang tampak punggung”.
Read more ...

MATERI HOME LEARNING KELAS 6, 23 JULI 2020


MENGENAL KARYA SENI PATUNG

Karya seni rupa terdiri atas karya seni dua dimensi dan tiga dimensi. Contoh karya seni dua dimensi yaitu lukisan dan batik. Contoh karya seni tiga dimensi adalah patung. Patung dikatakan karya seni tiga dimensi karena memiliki panjang, lebar, dan tinggi serta dapat dilihat dari segala arah. Patung adalah karya seni tiga dimensi yang meniru bentuk manusia, hewan, tumbuhan, ataupun benda yang dibuat menggunakan teknik tertentu. Seni patung juga diartikan sebagai seni bentuk karena bentuk-bentik patung yang memiliki keindahan.
Ada beberapa fungsi patung, diantaranya sebagai berikut:
  1. Patung religi, sebagai sarana untuk beribadah dan bermakna religius
  2. Patung monumen, untuk mengenang jasa pahlawan atau peristiwa bersejarah suatu bangsa
  3. Patung arsitektur, berfungsi sebagai pelengkap konstruksi bangunan
  4. Patung dekorasi, sebagai penghias bangunan, taman, atau tempat lainnya.
  5. Patung seni, hanya untuk dinikmati keindahan bentuknya


Sementara itu, berdasarkan bentuknya patung dibagi menjadi dua jenis yaitu:
  1. Bentuk figuratif, yaitu bentuk patung yang realis, seperti bentuk alam yang meliputi bentuk manusia, hewan, dan tumbuhan. Patung ini nyata dalam perwujudannya.
  2. Bentuk nonfiguratif, yaitu bentuk patung yang terlepas dari bentuk alam atau bentuknya abstrak, seperti menampilkan bentuk garis, lengkungan, bulat, atau memanjang.
 

ALAT DAN BAHAN PEMBUATAN 
KARYA SENI PATUNG

1)        Bahan lunak
Bahan lunak adalah bahan yang empuk dan mudah dibentuk. Contohnya tanah liat (kaolin), lilin, sabun, dan plastisin. Setiap bahan memiliki kelebihan dan kekurangan.
Tanah liat yang baik untuk bahan patung harus bersih dari kerikil, rumput, dan benda lainnya serta tidak terlalu lembek atau tidak terlalu keras. Patung dari tanah liat memerlukan proses pengeringan yang relatih lama. Akan tetapi patung tanah liat lebih mudah dibentuk sesuai keinginan pembuatnya.
Alat yang digunakan untuk bahan membuat patung dari bahan lunak antara lain:

2)        Bahan keras
Bahan keras adalah bahan yang bersifat keras dan lebih sulit untuk dibentuk serta memerlukan teknik-teknik tertentu untuk membuatnya. Contohnya batu, kayu jati, dan marmer. Akan tetapi patung yang dibuat dengan bahan keras tidak  perlu dikeringkan seperti patung yang dibuat dari bahan lunak.
Alat yang digunakan untuk bahan membuat patung dari bahan keras antara lain:

Read more ...
Designed By Published.. Blogger Templates